MENGAJAR DENGAN INTUISI

Dilema bagi kita, para guru yang mengajar setiap hari, berhadapan dengan siswa setiap hari, dan harus siap setiap saat, siap dengan segala program belajar. Rencana pengajaran serta seabreg kurikulum yang rasanya membelenggu kebebasan kita sebagai guru.
Kadangkala kita menginginkan kebebasan itu. Kebebasan di sini diartikan sebagai kebebasan mengajar materi yang hendak kita sampaikan pada anak. Bagi yang menyukai kebebasan, perangkat pembelajaran seringkali mengekang kreatifitas kita dalam mengajar.
Saya lebih setuju jika kita mengajar berdasarkan intuisi. Maksud intuisi di sini adalah sebelum mengajar kita melihat situasi atau keadaan siswa kita di kelas. Apakah hari itu anak-anak antusias, gembira, atau suasananya lagi mendung bahkan turun hujan. Itu semua akan mempengaruhi kita dalam memilih materi yang akan kita ajarkan.
Yang kita lakukan sebelum memberikan materi adalah membaca atau melihat situasi dan kondisi yang terjadi di kelas saat itu. Dan kita bisa membuka percakapan hari itu sesuai dengan kondisi yang ada. Tentu saja kita juga harus tahu kapan pertemuan terakhir dengan mereka dan sampai di mana pokok materi yang kita sampaikan.
Jika materi yang kita sampaikan sudah tuntas atau sudah selesai, kita bisa membukanya dengan materi yang baru. Nah, inilah saatnya intuisi kita bergerak dan dituntut untuk proaktif dan kreatif. Semua tahu jika seorang guru hendak mengajar harus menyiapkan serentetan rencana materi ajar. Misalnya, untuk bidang studi bahasa Indonesia, rencana pengajaran minggu ini adalah membuat surat lamaran pekerjaan. Semua materi sudah kita siapkan dari rumah. Akan tetapi begitu sampai di kelas tiba-tiba salah seorang siswa bertanya tentang bagaimana menentukan watak tokoh dalam cerita. Nah…….
Jika situasi yang kita hadapi seperti itu, kita tidak perlu lagi melihat rencana pengajaran yang telah kita buat. Lebih baik kita langsung ke materi Bagaimana menentukan watak tokoh dalam cerita. Kebetulan materi ini berkaitan dengan unsur intrinsik dalam karya sastra. Bukan kenapa? Ini akan lebih baik dibandingkan apabila kita tetap mempertahankan materi awal yang telah kita siapkan. Seandainya kita bertahan dengan rencana awal kita, itu akan mubazir alias sia-sia. Percaya atau tidak siswa tidak akan mau mendengarkan materi apa yang kita sampaikan. Dengan melihat pertanyaan yang dilontarkan mereka, kita tahu bahwa mereka ternyata lebih tertarik dengan materi perwatakan dalam cerita dari pada yang lain. Jadi, kenapa tidak kita lanjutkan saja? Bukankah tujuan kita mengajar itu agar materi yang ingin kita sampaikan dimengerti oleh siswa?
Bukan berarti kita tidak mengikuti aturan materi dalam rencana pengajaran yang kita buat tapi itu semata-mata kita melihat kesiapan dari siswa. Artinya, kali itu materi apa yang mereka minati. Jika mereka berniat dan menyukai satu materi atau tertarik dengan materi itu, maka kita akan dengan mudah mengajak mereka untuk mengenal serta memahaminya lebih jauh lagi. Itu satu keuntungan buat kita.
Saya pikir, kita tak perlu urut dalam mengajarkan materi. Yang penting kita tahu materi-materi apa yang harus diberikan kepada siswa selama satu semester itu. Jadi, bukan urutnya materi tetapi bagaimana materi itu bisa sampai ke siswa dan dapat mereka pahami dengan bahasa yang komunikatif. Yang jelas, rambu-rambu materi yang ada dalam kurikulum tetap kita gunakan sebagai acuan. Jadi, kita pun mengajar tidak terkesan ngawur.
Untuk itu, kita harus benar-benar menguasai seluruh materi yang akan diberikan kepada siswa selama satu tahun, bahkan semua ilmu yang terkait dengan bidang studi kita, mulai dari tingkat yang paling dasar. Apabila hal itu kita lakukan, kita tidak lagi merasa canggung atau merasa terbebani mengajar siswa dan sebaliknya siswa akan merasa enjoy dan mudah memahami materi yang kita berikan. (anik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s