IQ BUKAN SEGALANYA……..PERCAYA? by Anik Damogalad (Senin, 3 November 2008)

 Sering kali kita mendengar bahwa orang yang ber-IQ rendah identik dengan orang bodoh. Terkadang mereka juga dicap sebagai orang yang pasti gagal dalam hidup. Tetapi apakah memang seperti itu?

 

Bisa jadi itu adalah sebuah ungkapan yang terlalu berlebihan. Bahkan sebenarnya kita tidak perlu mempercayainya. Bukan mustahil kalau sebenarnya penilaian seperti itu sebenarnya adalah salah.

 

Dalam kenyataan sehari-hari ternyata banyak kita temui ada orang yang dulunya biasa-biasa saja, bahkan cenderung waktu sekolahnya dia kurang pandai bahkan sering kali dicap bodoh ataupun bebal, begitu dewasa dia menjelma menjadi orang yang berhasil. Nah…apakah kita masih percaya bahwa IQ itu adalah segalanya?

 

Ternyata yang menjadi biang persoalan adalah, ketahanan  fisik dan mental anak dalam menjalani hidup kesaharian. Karena itu merupakan syarat mutlak dalam menghadapi tujuan atau cita-cita.

 

Bagaimana sikap kita sebagai orang tua dan guru?

 

Menghadapi anak dengan IQ berbeda tentu saja berbeda cara penanganannya. Yang harus kita perhatikan adalah hadapi bahwa mereka adalah individu dengan segala keunikannya masing-masing. Sekalipun anak memilki IQ tinggi kalau otak dan pikirannya tidak pernah dilatih untuk berpikir, dengan kata lain  tidak pernah diasah ataupun mendapat perhatian, dukungan, atau arahan dari orang tua, guru, ditambah lagi dengan kurangnya kesadaran diri untuk berubah dan berkembang, tentu saja semuanya tidak akan maju.

 

Untuk itulah, bantuan guru dalam menemukan bakat siswa tersebut sangat diperlukan. Hal itu dapat dilakukan dengan jalan membantu menemukan bakat-bakat mereka melalui kegiatan ekstra kurikuler, yang jelas nyata sekali manfaatnya. Anak harus mempunyai kegiatan yang sangat disukainya melalui kegiatan yang dipilihnya sendiri.

 

Yakinkan bahwa mereka mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Misalnya, anak suka memainkan alat musik tertentu, Bantu mereka mengembangkan ketertarikannya dengan dunia musik. Yakinkan bahwa dia memang bisa dan dengan musik dia mampu untuk berhasil jika memang itu pilihannya dan ditekuni dengan serius.

 

Janganlah kita merendahkan atau menyepelekan kegiatan yang sudah menjadi hobby atau pilihan hatinya. Kita harus percaya bahwa jika mereka diberikan tanggung jawab dan kepercayaan mereka akan bisa bereksplorasi dengan maksimal. Jika demikian maka hasil yang diperoleh anak atau siswa kita akan sesuai denga harapan.

 

Jadi, apa pun dan berapa pun IQ seorang anak, sebenarnya tidaklah berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang. Memang, sumbangannya sangat besar, Tapi tidak berarti yang berIQ rendah itu pasti akan gagal. Banyak contoh yang membuktikan bahwa yang dulunya ia dicap sebagai orang bodoh justru saat dewasanya ia menjadi berhasil. Itu semua berkat tentu saja kegigihan dan keuletannya. Serta peranan lingkungan sekitar terutama dukungan serta kasih sayang keluarga sangat diharapkan. Semoga bermanfaat.

 

 

Iklan

YUK BELAJAR DARI MEREKA…..SIAPA AJA YA???? by Anik Damogalad

Walt Disney lahir tanggal 5 Desember 1901 di Chicago, Illinois, anak bungsu dari pasangan Elias dan Flora Disney. Ia disuruh bekerja oleh ayahnya di kawasan perladangan Missouri. Disela-sela rasa kesepian dan pekerjaan yang harus diselesaikannya, Walt melewatkan jam-jam yang kosong dengan menciptakan teman-teman khayalannya dengan pena dan kertas. Di usia 8 tahun, ayahnya mulai mendidiknya mencari uang dengan menjajakan Koran, permen, dan minuman di kereta api. Hasil gambarnya mulai dijual ke teman dan tetangganya. Karena uang sakunya yang minim, Walt tidak pernah bisa masuk ke taman hiburan di dekat rumahnya.
Baca lebih lanjut

RADIO, YANG TETAP DISUKA SEPANJANG MASA

Ketika teknologi informasi merebak dan meraja lela di mana saja dan kapan saja…dengan munculnya beragam stasiun televisi yang banyak banget…..sempat kita berpikir bahwa radio (media yang didenger) akan tergeser oleh televisi yang lebih jelas bisa memanjakan visual kita.

 

Terus akan dikemanakan sang radio itu?

 

Wah, ternyata, pikiran semacam itu tidak berdasar sama sekali…..Walaupun stasiun Tv jumlahnya makin banyak dan acara yang ditawarkan semakin bervariasi, nyatanya tetap tak menggoyahkan pendengar untuk tetap menyukainya. Tidak jarang bahkan ada radio yang makin eksis dan berkibar.

 

Yang pasti radio-radio itu punya bidikan pasar tersendiri. Misalnya, radio yang ditujukan untuk remaja seperti kita-kita ini. Ada radio untuk wanita bekerja, ada yang untuk eksekutif muda, bahkan ada juga radio yang konsumennya jelas-jelas untuk para orang tua. Yah….yang oldies lah…..

 

Itu membuktikan bahwa sang radio tetap tak tergeser oleh televise atau media komunikasi yang lain.

 

Banyak keuntungan yang kita dapat ketika kita ngedengerin radio. Misalnya, kita bias nyambi ngerjain apa aja sambil ngedengerin radio. Kita bias sambil baca, sambil Bantu mama, bahkan sambil belajar juga bias…(bagi yang biasa….kalo nggak ya jangan coba-coba) so….pasti akan terganggu deh…..

 

Beda dengan televise yang lebih makan banyak waktu. Bayangin, nonton teve kan nggak bias disambi ngerjain yang lain-lain…apalagi mandi sambil nonton televise,,…wah lebih nggak mungkin lagi tuh…….But, kalo radio kan beda…..kita bias ngedengerin kapan dan di mana aja kita suka. Bahkan kalo mau lebih privacy kita bias pake headset biar gak ngeganggu orang lain………manggut-manggut sendiri, komat-kamit sendiri, geleng-geleng sendiri……kadang juga senyum sendirian juga……..

 

Tapi kalo televise kan gak mungkin kita pake headset….wah…ngaco kaleeeeee………..hehehehehehehehehe………

 

 

 

TAHUKAH KAMU, APA AJA YANG BIKIN KITA SULIT KONSENTRASI? (Jumat, 7 November 2008) by Anik Damogalad

Setiap kali diajar oleh guru, kenapa ya…kita kok susah banget ngingetinnya. Gak kebayang deh…apalagi untuk pelajaran-pelajaran tertentu. Ampun-ampunan deh….pokoknya. Biar digimanain tetep aja susah nangkepnya. Paling nggak, itu yang sering dikeluhkan oleh para kita.

 

Tapi sebenarnya apa Sobat tahu kalau sebenarnya ada banyak faktor mengapa orang jadi sulit untuk nginget-inget pelajaran. Simak deh yang berikut…….

Baca lebih lanjut