LIBURAN NGAPAIN AJA?

Libur tlah tiba, libur tlah tiba. Saatnya kita refreshing mengistirahatkan otak kita yang hari2 selalu belajar, belajar, dan terus belajar. Capek juga kan?? Tubuh kita ibarat mesin juga, kalau dipakai terus-menerus akan rusak. Jadi untuk membuatnya agar tetap terjaga kesehatannya, kita harus mengistirahatkan barang sejenak. Jadi, gitu liburan selesai otak serta tubuh kita akan kembali fresh. Segaaarrrrrrrr….

Berlibur nggak mesti ngabisin duit kok. Kalau ada uang sih, nggak pa-pa. bagi yang gak banyak uang lebih, gak usah takut. Banyak hal yang bisa kita lakuin untuk mengisi liburan kita yang 2 minggu ini. Dijamin kok, walaupun di rumah saja, otak kita juga bisa fresh karena kita menggunakan otak alias pikiran kita selain belajar.

Trus ngapain aja??

Coba tengok kamar kalian. Meja belajar, bahkan lemari pakaian yang sehari-harinya kita gunakan. Kalian bisa mulai membersihkannya dalam liburan ini. Yakin deh, gak cukup sehari kalau kita mau bersih2 in semuanya.

Meja belajar kamu yang kadang berantakan itu bisa kamu tata dengan letak yang berbeda dengan hari biasa. So, ada variasinya kan…kita jadi nggak bosen ngelihatnya. Buku-buku yang sudah gak kamu pakai bisa kamu pisah-pisahin, mana kira2 yang masih bisa didaur ulang.

Jika Sobat punya adik atau saudara yang mungkin masih memerlukan buku kamu, kalian bisa memberikannya. Atau kalau kamu gak punya adik atau saudara yang memerlukannya, Sobat bisa menyumbangkannya ke tempat-tempat bacaan. Ingat Sobat, banyak saudara kita di luar sana yang gak mampu beli buku karena keterbatasan uang mereka. Dan buku kalian akan sungguh berarti.

Satu lagi yang gak boleh kelewatan, coba Sobat periksa lemari pakaian kamu. Aduuuhhh…ternyata gak kalah penuh dan berantakannya yaaa. Nah, saatnya juga untuk membongkar. Tapi eit…jangan dibuang-buang dulu.

Coba sortir baju2 kamu dan susunlah menurut kelompoknya, misalnya, t shirt dengan t shirt, celana panjang disendiriin, jeans apalagi. Kalau hari biasa kan kita gak sempet ya. Pasti jauh lebih rapi.

Jangan salah juga lho Sobat, baju2 lama kamu bisa kamu padu padan lagi lho…. Kan fashion itu selalu berubah. Lihat aja, baju mama yang dulu kamu katain jadul, wah…ternyata sekarang ngetrend lagi. Apalagi jika kamu bisa menambahkannya dengan assesoris yang serasi. Keren juga kan….

Sepatu-sepatu lama koleksi kamu, belt, topi, bahkan tas-tas yang ngegantung di lemari kamu, bisa disulap menjadi gaya yang gak kalah fashionable nya. Cobain deh, kamu mix and match. Kalian akan gak nyangka kalau ternyata bisa bikin style yang oke punya.

So, kita gak perlu ke butik-butik atau hunting untuk ngedapetin barang2 yang ternyata emang sudah kita punyai. Ini bisa menghemat uang kalian juga kan??

Atau Sobat bisa bikin kreasi sendiri dari baju-baju itu, misalnya kalian bikin model yang berbeda dengan menggunting lengan panjangnya menjadi tangan pendek, kan jadi berbeda tuh dari baju aslinya. Bahkan kalian bisa membuat tas, tempat pensil, bahkan sarung bantal dari baju-baju bekas kamu. Seribu satu macam kreativitas deh kalau kalian mau. Dan kalian akan memiliki barang yang bentuknya berbeda alias eksklusif. Pasti temen2 Sobat akan bilang, “Beli di mana sih?”. He hehehehe….

But, jika kalian tetep gak suka dengan baju2 itu atau merasa kekecilan sementara kalian gak punya adik atau saudara untuk dilungsurin, Sobat bisa menyumbangkannya untuk orang-orang yang terkena bencana, misalnya korban kebakaran atau korban banjir. Mereka pasti memerlukannya kok. Kan di sekolah suka ada panitia yang menerima sumbangan baju-baju layak pakai.

Yang pasti, kamar kalian akan bersih dan barang2 kalian akan tetap berguna, baik untuk kalian maupun untuk orang lain. Dan secara tidak langsung, yang kita lakukan ini untuk mengurangi pemanasan global juga.

(ani, 2009)

Iklan

MINI FIKSI

MINI FIKSI
Hanya dilihat sepintas makanan di piringnya. Tak bernafsu untuk menyentuh lagi makanan yang sudah dipesan.
Tundra heran. “Kenapa?”, tanyanya singkat.
“Aku pulang duluan ya?”, kata Sinta.
“Sin, Sinta…tunggu bentar”, sepeda motor honda tiba-tiba berhenti di sampingnya.
Sinta hafal betul itu motor Raka.
“Sinta…kamu kenapa? Kok….
“Nggak usah nanya. Aku dah tahu. Weni kan??? Masih mau nggak ngaku?
Ia berlari.
“Oh my God…..”. Dan Raka pun tersenyum. Mengerti

(januari 2013)

WARNA-WARNI RHODODENDRON

Kamis, 27 September 2012,
Banyak yang terpikirkan olehku saat aku harus konsentrasi tinggi untuk menyelesaikan novel pertamaku. Aku tak boleh gagal, ibarat kata aku sudah tiga perempat lagi sampai pada tujuanku, tinggal sejengkal lagi aku tak boleh mneyerah.
Aku bayangkan aku terbang tinggi dengan pesawat ke Nepal, melihat langsung Srijana, Bhaktapur, serta kota-kota lain yang menjadi setting novelku, bertemu langsung dengan tokoh imajinasiku, Surya. Dan aku bisa mengajar di desa yang sunyi dan indah, menghirup udara bebas dan menikmati dinginnya gunung bak surga dunia.
Aku ingin menjadi bagian darinya. Aku ingin memeluknya, anak-anak yang lucu untuk mengajari bagaimana indahnya dunia. Bagaimana luasnya cinta kasih yang tak bertepi. Aku ingin memberikan seluruh cintaku pada negeri itu, ingin aku mengajarkan bahwa cinta dan kasih sayang itu tak mengenal warna kulit dan bangsa. Bahwa cinta itu bisa tumbuh di mana saja dan buat siapa saja. Bahwa cinta itu tak berbatas, bahwa cinta itu bisa jatuh pada siapa saja, bukan hanya milik satu orang atau hanya golongan tertentu saja, namun ia bisa tumbuh abadi di hati siapa saja.
Aku terlanjur jatuh cinta, jatuh cinta pada sebuah dunia yang sungguh asing bagiku namun aku tak bisa memungkiri bahwa ini memang benar-benar terjadi pada hatiku.
Terlanjur kuikatkan hatiku pada sebuah hati yang belum pernah kusentuh, kecuali dalam imajinasiku. Terlanjur aku berjanji pada sebuah tempat untuk kemudian aku bersamanya merajut mimpi yang terasa indah.
Aku dalam perjalanan menuju ke sana, menuju ke sebuah dunia imajinasi yang kuciptakan sendiri. Namun aku percaya bahwa suatu saat, suatu hari semuanya akan menjadi nyata. Aku yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan doa semua umatnya yang berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Tuhan, salahkah aku berimajinasi tentang ini?

Bhaktapur, Nepal 2011 Some Words Regards to Rhododendron in Love

I am very much pleased to get information about the most awaited and valuable fiction book-” Rhododendron In Love” written by renowned writer Anik Zubaida Damogalad A.K.A Ani Zuba which is now proceed to publish. A lot of thankful words to the creative and genius writer that she doesn’t only write the fiction in itself but also bridges the warm relation between Indonesia and Nepal .

Surya and Anne are the male and female protagonists of the novel respectively where we can get not symbol of love only nor the emotional relation between two countries but it also indicates towards the rational diplomatic and business potential relation.

While we are heading keenly through the novel we must not forget the point that she is an Indonesian writer rather than Nepali. However, a great time is that she is really seems crazy of Nepal and she knows the gravity of Nepal as equal as us who are proud of ourselves as Nepali or more than us somehow somewhere. Similarly, we are so much thankful that one non Nepali writer is sink in this much level that no one could guess she is Indonesian while we our self heading through the depth of novel which compel us to hardly believe that she is not Nepali. Most of the scene of the Novel are created in Nepal in the Novel.

To my mind, to know the creation of writer, we must also get information of the platform of writer. So, I do too. As much as I know her during these 5 years, she loves Nepal a lot and ultimately the passion towards Nepal led her to create such a beautiful novel which is now in your hand. I have been chatting with her for around 5 years and within that time, what I know about her is she is a very good writer who use to write emotions of her every walk of life and is success to express up and down of life as one successful writer possess.

There is no doubt that she waters her novel garden very well and hence it is going to grow up soon and produce delicious fruit. It decorates literary garden soon. By the course of time, every one could realize that she has a passion of writing and her passion ultimately guide her towards success.

In Novel, the characters possess not just heroic characteristics but they also possess divine characteristics. In fact the writer want to depict the real mankind in the world, and simply, we can guess that her vision, mission and matured experience all flow over the novel. Hence, she is a lord in the sense that she creates really a perfect world here in this novel. She is a generous writer also because she provides sufficient freedom to characters throughout novel. Hence, I respect her as a real writer and she write for whole mankind. As we all know that writing a novel is not a bed of roses. It is very easy to comment others but if we come to ground of reality then we can experience how difficult is it to implement it in the practical life. Hence, from these words, I don’t become greedy to praise her beautiful work and I salute her for her sacrifice of life for this novel. I wish on behalf of our whole Nepal that her novel get success and obviously it can win the heart of reader. I believe this and whenever, it will publish in English version, I promise to the writer to translate it in Nepali and publish it in Nepal. All the best for Rhododendron in Love and Ani Zuba, I missed both of you.

Initially, however I was baffling while writer propose me to write something but at last, I want to express my gratitude for providing me such a great opportunity to express my few words.

Thank You,
Santosh Shrestha