KESTABILAN DALAM DIRI(by Anik Damogalad)

Ujian nasional makin dekat. Waktu  pun makin sering merambat. Sering tidak kita sadari kalau detik-detik itu terasa makin menakutkan kita.  Tetapi semua itu sebenarnya dapat kita siasati dengan memahami apa yang sebenarnya harus kita lakukan dan kita hadapi. Mudah kok….ternyata kuncinya adalah kita mesti bisa menjaga kestabilan dalam diri kita. Nah….stabil apa saja yang mesti diperhatikan?

 

  1. Stabil belajar

Artinya, dalam kondisi apa pun kita tetap harus belajar. Itu nggak bisa ditawar lagi. Apa pun alasan yang kamu kemukakan, tetap nggak bisa diterima. Harus.

 

  1. Stabil emosi

Yang dimaksud emosi di sini adalah rasa marah kita, sedih, benci, kesel, de- el-el, yang semuanya itu membuat kita makin tertekan. Trus, baiknya gimana? Ya, hilangkan semua itu, minimal kita mesti bisa mengendalikan diri dari semua perasaan yang nggak kita kehendaki. Terutama perasaan buruk yang ujung-ujungnya hanya akan meracuni diri sendiri.

 

  1. Stabil sehat

Nah, yang ini mesti kita perhatikan baik-baik. Kesehatan itu nomor satu. Bayangkan jika badan kita sakit alias nggak sehat.Gimana mau belajar? Semua pelajaran apa pun nggak akan bisa masuk di otak kalau fisik kita ambruk. Tidak hanya sehat body aja, tapi sehat segi psikis atau jiwa juga nggak kalah pentingnya. Ingat pepatah mengatakan bahwa “Dalam Tubuh yang sehat Terdapat Jiwa yang Sehat” juga. Jadi dua-duanya sangat penting…..

 

  1. Stabil semangat

Yang ini juga nggak kalah pentingnya. Kalau nggak kita jaga layaknya api, maka si semangat tadi akan padam juga. Wah, kalau udah gitu, bisa gawat. Kita bawaannya males mulu. Trus, kapan majunya…..? Gak bakalan deh ya….

 

  1. Stabil doa

Wah…kalau sampai nggak pernah berdoa, kebangetan banget tuh ya…..Percaya nggak, bahwa kekuatan doa itu melebihi segalanya. Belajar udah, usaha udah….semangat udah, tapi kalau nggak pernah berdoa sama sekali…wah!!!

 

Jadi, Sobat…mulai sekarang juga, kita jaga kestabilan diri kita. So, kita akan bisa meraih apa yang kita inginkan.

 

Iklan

MULAILAH DARI DIRI SENDIRI ( by Anik Damogalad)

Jangan dulu memberi nasihat pada orang lain, apalagi menyuruh orang lain untuk berbuat sesuatu sesuai dengan  yang kita inginkan. Mustahil itu terjadi. Lalu?…….Jika kita menginginkan orang lain utnuk melakukan hal yang sesuai dengan keinginan kita, kita harus memulainya dari diri sendiri.

 

Sangat tidak mungkin jika kita menghendaki orang lain berubah tetapi kita snediri tidak mau berubah. Yang ada malah kita ditertawakan orang lain. Bisanya nyuruh doangan….gitu.

 

Jadi Bagaimana? Ya….mulailah dari diri sendiri dulu, baru ke orang lain.  Contoh sederhana yang sering kita lakukan adalah kalau kita membuang sampah harus pada tempatnya, alias ke tempat sampah. Jika kita tidak melakukan hal tersebut, dengan sembarangan kita membuang sampah di sembarang tempat, wah……jika hal itu diketahui oleh orang lain, misalnya anak kita di rumah, atau siswa kita di sekolah, itu akan menjadi bumerang bagi kita.

 

Artinya, ketika kita menyuruh mereka untuk membuang sampah, mereka menjadi tidak lagi peduli, karena….yang nyuruh aja nggak mau buang sampah, malah nyuruh orang lain. Nah lho……….kita menjadi malu oleh diri kita sendiri. Nggak mau kan….kalau kita dipermalukan di depan orang banyak.  Tentu saja.

 

Memulai hal yang baik dari diri sendiri sangatlah mutlak. Tidak usah hal yang besar-besar atau hal yang sifatnya sulit. Mulailah dari hal yang paling sederhana dahulu. Jika semua hal kecil telah kita lakukan maka untuk ke hal yang sulit kita akan mudah untuk melakukannya.

 

Tahukah kita, bahwa sebenarnya tidak ada hal yang besar yang bisa kita lakukan, yang ada adalah kumpulan dari hal-hal kecil yang telah mampu kita selesaikan.

 

Jadi semua itu berawal dan bermuara dari diri kita sendiri dahulu, bukan orang lain.

DANDAN KE SEKOLAH? (by Anik Damogalad)

Perlu nggak sih, kita dandan ke sekolah? Wah…wah..pertanyaannya kok gitu sih.

 

Yang namanya dandan, untuk cewek kayaknya bukan hal yang asing banget. So cewek gitu. Wajib bisa dong ya? But, masalahnya gimana kalo ke skull nya itu dandan. Nah ini nih…

 

Coba kita tengok sebentar apa yang kita pakai. Seragam putih abu-abu ( resmi banget) pake atribut lengkap, dasi, badge, name tage, kalo upacara plus pake topi, sepatu kudu hitam, kaos kaki mesti putih), pokoknya serba diatur.

 

Nah, berdasarkan itulah maka (ceile….bahasanya kaku banget) ke sekolah ya mestinya biasa-biasa aja. Gak perlu pake dandan, tar dibilang tante2 dunk. Gak mau kan? Apalagi masuknya stgh tujuh, bias telat dunk…..cuman sibuk ngurusin dandan.

 

Apa aja yang diperluin? Kayaknya gak banyak deh. Yang penting habis Sobat mandi…..kita cuman perlu pake hand body, so biar kulit gak kering and kelembabannya terjaga. Pilihlah body lotion yang sesuai untuk kulit kamu, juga yang wanginya sesuai dengan selera kamu.

 

Trus, yang biasa pake talcum powder atau bedak talk, habis mandi langsung pake, taburkan ke seluruh tubuh.

 

Gimana dengan wajah kita?

Urusan wajah, ya sama aja, gak perlu diribetin. Gak perlu ritual khusus. Emangnya mo ke party…. Cukup bersihkan dengan sabun wajah (facial soap) sesuai dengan kulit wajah kamu juga. Trus tinggal pake bedak compact tipis-tipis aja. Gak perlu pake pelembab n alas bedak yang malah membuatmu bak gadis bertopeng. Gak perlu juga pake blush on (perona pipi), pensil alis, apalagi pake mascara segala. Wah…wah…Gak perlu lagi……Natural aja lah…..

 

Lagian kan kulit remaja seusiamu gak terlalu bermasalah. Paling jerawat aja. Itu pun kalo kamu rajin ngobatin dan menjaga kebersihan kulit wajah, hal itu tak akan terjadi dengan parah.

 

So, yang wajar ajalah. Kecuali kalo Sobat ke pesta, itu baru perkecualian. Sobat bisa dandan abis2 an, bereksplorasi sepuas hati sesuai dengan baju yang akan kita pakai. But, walaupun boleh abis2 an, tetep aja ada batasannya. Gak mau juga kan, dibilang ibu-ibu. Hehehehehehe…

 

Yang jelas Sobat, walaupun Sobat gak dandan tetep kelihatan cantik kok. Cantik yang asli itu adalah yang terpancar dari dalam alias inner beauty oke. So, walau berwajah cantik, but jutek bin ngeselin, yahhhhhhhhhh…….bikin bete juga kan?  

 

 

AWAS!!! BENCANA LINGKUNGAN MENGANCAM! (by Anik Damogalad)

Tahukah SOBAT DJ, bumi kita makin panas. Cuaca sangat tidak bersahabat dan sulit diprediksi. Kita tidak lagi tahu kapan musim penghujan dan musim kemarau dimulai. Para ahli di seantero dunia berlomba-lomba mengadakan penelitian mengapa bumi yang kita pijak ini mulai suka memberontak. Jauh dari sikap ramah.

 

Bentuk-bentuk ketidakramahannya antara lain sering terjadi banjir, pencemaran air di ambang batas normal, apalagi polusi udara yang luar biasa. Sekedar tahu SOBAT, dalam satu tahun, ternyata hanya 55 hari saja kita , sebagai warga Jakarta dapat menghirup udara bersih!!! IRONIS BUKAN?

 

Nah, sebagai generasi muda Jakarta yang cinta lingkungan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain:

 

  1. merawat mesin kendaraan bermotor kita. Perlakukan kendaraan kita seperti merawat diri sendiri. Dengan kondisi mesin yang selalu prima, pembuangan gas serta asap dari motor akan terkontrol
  2. hal ini kelihatan sepele, tapi sangat berarti bagi kelangsungan hidup lingkungan kita. Bagaimana tidak, ternyata kita selama ini terlalu banyak menggunakan bahan-bahan kimia yang tidak baik, antara lain deterjen, pembersih lantai, serta pestisida . Mulai sekarang kita harus mengurangi pemakaian bahan-bahan tersebut serta menggantinya dengan yang lain. Contoh, jangan lagi SOBAT DJ mengusir nyamuk dengan obat nyamuk tapi mulai hari ini tidurlah dengan kelambu. Beres kan???
  3. menghemat air sekarang juga. Maksudnya, perlakukan air dengan bijaksana dengan cara menggunakannya sehemat mungkin. Bukan apa, kayaknya kok kita kurang puas kalau mandi itu nggak pakai gayung dan jebar-jebur. Yuk, kita ganti mandi dengan menggunakan shower. Karena dengan shower penggunaan air bisa dihemat lima kali lipat dari pada dengan gayung. SO, pembayaran air PAM jadi irit juga kan???
  4. Yang tak kalah penting buat kita adalah meminimalkan sampah yang beredar di lingkungan. Untuk yang satu ini sumbangan kejorokannya paling nomor satu. Bayangin aja, udah bertebaran di mana-mana dan mengasankan tidak rapi, ditambah aroma busuk yang ditimbulkan akan menambah tidak sehat. Untuk itu , SOBAT DJ kita mesti memilah serta memilih sampah yang ada di rumah kita. Lebih bagus lagi kalau kita mampu mendaur ulang sampah itu. Percaya nggak, dari bekas pembungkus deterjen bisa kita sulap menjadi tas yang artistik. Atau dari kertas bekas kita bisa mengubahnya menjadi kartu ucapan yang cantik  Yang penting kerahkan kreativitas kita.
  5. Nah SOBAT DJ, kalau di sekitar rumah kita masih ada tempat yang tersisa, jangan lupa bikinkan sumur resapan. Sumur ini akan berguna untuk menampung air di saat musim hujan tiba. Kalau tidak air akan menggenang dan banjir di mana-mana karena kita tidak pernah menyisakan tempat untuk menampungnya. Saat musim kemarau tiba, sumur ini akan memberikan manfaat bagi kita, airnya bisa kita pakai untuk nyiram tanaman yang kering kerontang.

 

 

Jadi tunggu apalagi SOBAT DJ, mari kita mulai ramah dengan lingkungan agar Jakarta khususnya dan ibu pertiwi umumnya tidak lagi setiap tahun menangis karena banjir. Juga yang tidak kalah penting  isu pemanasan global tak lagi terdengar dahsyat. WOW…!!! SEREM.

 

      BY; ANIK

KITA BISA BELAJAR DARI MANA SAJA (by Anik Damogalad)

Seringkali kita merasa apa yang kita ajarkan di depan siswa kita terlalu monoton.  Terkesan itu melulu sehingga membuat siswa yang kita ajar menjadi bosan (atau meminjam istilah mereka, bete katanya ).

 

Sebenarnya ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menambah pengetahuan sehingga kita tidak sampai kehilangan bahan untuk mengajar. Itu yang membuat kita kaya di depan siswa kita. Mereka tidak  akan bosan dengan kita. Jika itu terjadi dia akan suka dengan pelajaran kita. Kita dapat memadukan antara pengetahuan kita dengan materi ajar kita, sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat siswa tertarik untuk mempelajari sesuatu lebih banyak lagi, dan lebih senang lagi.

 

Percayakah kita bahwa dari seorang anak kecil saja kita bisa belajar banyak. Apa yang bisa kita ambil? Kita belajar dari kepolosan dan kejujurannya. Kejujuran  ini lah yang saat ini sulit kita lakukan. Dengan meminjam istilah dari Pak Arif, bahwa bangsa ini perlu belajar banyak dari kejujuran. Dengan kejujuran bangsa ini akan menjadi bangsa yang bermartabat.

 

Jadi belajar itu bukan hanya dari seorang guru saja. Maksudnya belajar tidak harus berada di depan kelas. Jadi, konteks guru di sini adalah seseorang dan sesuatu yang telah memberikan  hal positif yang kita perlukan dan bermanfaat untuk diri kita. Dengan kata lain, ada yang bisa kita pelajari dari diri orang itu, terlepas itu anak kecil atau dewasa, serta siapa pun bisa menjadi guru kita.

 

Bukan hanya dari manusia saja kita bisa belajar. Dari makhluk lain pun kita bisa belajar banyak. Coba tengoklah seekor ayam. Ayam-ayam yang notabene tidak punya pikiran itu selalu terbangun jam 5, bahkan sebelumya ia sudah terlebih dahulu membangunkan kita, para manusia yang saat itu masih terlelap. Batapa hebatnya dia, dan itu selalu dilakukannya setiap pagi. Tanpa absen. Bandingkan dengan kita, bangun pagi saja malasnya minta ampun. Itu baru bangun, belum lagi untuk sholatnya.

 

Belajar dari alam lingkungan, ini yang juga tidak boleh ketinggalan. Alam mengajarkan kepada kita untuk bisa bersikap bijak, menghargai, dan tidak sewenang-wenang. Bagaimana alam memberi kita air yang jernih dengan ikhlas, tetapi tanpa kita sadari kita telah mengotori dengan mencemarinya dengan aneka limbah yang menyesakkan mata. Bukankah tingkah kita ini keterlaluan. Seharusnya ini tidak boleh terjadi.

 

Kita pun bisa  belajar dari buku, maksudnya dengan membaca buku. Melalui buku lah kita bisa banyak tahu. Jadi memang benar kalau buku itu adalah gudangnya ilmu. 

 

Jadi,  guru itu sebenarnya bisa dari mana saja, apalagi sekarang, teknologi begitu canggih, teknologi yang siap memanjakan kita dengan segala informasi. Dengan internet informasi dari mana pun tanpa batas bisa kita akses dengan sangat mudah. Itu adalah ilmu yang tiada tara. Kita tidak akan kehabisan materi untuk mengajar karena sesunggguhnya materi itu bertebaran di mana-mana.

 

Ternyata belajar itu dapat diperoleh dari mana saja. Bahkan tidak terbatas. Sangatlah sayang jika semua yang ada kita sia-siakan. Kita bisa membuka mata dan hati kita bahwa ternyata semua itu bisa menjadi guru buat kita. Siapa pun dan di mana pun kita berada. Tidak peduli anak-anak ataupun dewasa, kaum berpunya atau pun tidak, pun bisa juga  makhluk lain selain kita. Kita bisa belajar dari semuanya, jika kita sedikit menyisakan hati buat bijaksana.

 

BERHENTI MEMBERI NASIHAT PADA ANAK (by Anik damogalad) 29 Januari 2009

Hari-hari menjelang ujian nasional sudah semakin dekat. Rasa was-was dan khawatir terus datang. Takut ini, takut itu. Apalagi melihat hasil try out siswa kelas tiga masih jauh dari melegakan. Jauh dari memuaskan. Ini yang membuat kita  sebagai orang tua terus gelisah.

 

Stop, sudah bukan saatnya kita terus-terusan memberi nasihat pada anak kita. Bukannya tidak sayang, hanya saja nasihat yang berlebihan justru akan membuat si anak jenuh. Jika hal itu terjadi, maka sesuatu yang kita inginkan bukan malah terpenuhi tetapi akan sebaliknya. Hasilnya akan mengecewakan, jauh dari apa yang kita harapkan.

 

Nasihat yang terus-menerus, monoton dan itu-itu saja bisa jadi membuatnya muak. Anak kita bukannya terus belajar rajin seperti yang kita inginkan, akan tetapi malah justru semakin menghindar dari kegiatan yang seharusnya dia jalani.

 

Kita tidak perlu lagi ngomel-ngomel, kamu harus ini, kamu mesti itu, serba ini-serba itu, dilarang ini, dilarang itu. Percaya atau tidak, justru ia tidak akan lagi mendengarkan apa yang kita nesihatkan, malah sebaliknya mereka menjadi cuek. Bukankah tindakan dan sikap mereka akan menambah rasa sakit hati kita sebagi orang tua?

 

Cukuplah sekali kita memberi nasihat kepada mereka, tak perlu berulang kali, dengan alasan kawatir atau sayang pada mereka. Nasihat sekali dengan nada yang sungguh-sungguh akan lebih terkesan dan mengena dari pada nasihat berjuta kali tapi dengan nada memaksa.

 

Berikan nasihat dengan penuh rasa peduli dan cinta. Sikap itu bisa kita tunjukkan kepada mereka bahwa sebenarnya kita terlalu sayang dan menaruh harapan besar kepada mereka, menyadarkan mereka bahwa sebenarnya ia punya tanggung jawab yang besar, yaitu belajar dan lulus ujian nasional.

 

Berikan alasan mengapa ia harus bertindak dan belajar rajin. Beritahu juga bahwa itu semua untuk masa depan serta kehidupannya kelak agar lebih baik. Berikan pandangan pula bahwa kebanggan mereka merupakan kebanggan orang tua juga.

 

Itu semua kita lakukan jangan berlebihan. Cukup sekali saja, tetapi dengan sungguh-sungguh. Ingat, itu akan lebih berarti dari pada sering tetapi hanya menguap saja seperti angin.

Anak kita adalah kabanggan kita.

 

Semoga bermanfaat bagi kita. 

 

 

 

MIMPI YANG BESAR (by Anik Damogalad) Wednesday, 28 January 2009

Jika kita mempunyai mimpi…jangan tanggung-tanggung. Sekalian bermimpilah yang besar. Mengapa? Karena jika mimpi kita hanya yang kecil, maka kita hanya akan merencanakan hal-hal yang kecil saja. Jadi rasanya tidak ada yang istimewa jika kita hanya merencanakan hal-hal yang itu-itu saja. Serasa tidak ada yang istimewa jika kita melakukannya.

 

Akan tetapi berbeda jika kita merencanakan sesuatu yang lain dari yang lain. Sesuatu yang besar yang belum pernah kita lakukan atau sesuatu yang membuat kita makin lebih bersemangat untuk menjalaninya. Misalnya, kita ingin pergi ke luar negeri dan bias jalan-jalan ke sana. Atau bagaimana kita bisa mengembangkan usaha kita sehingga menjadi usaha yang lebih besar lagi dibanding dengan yang sudah ada.

Atau kita ingin mempunyai rumah sendiri yang luas.

 

Bukan kenapa. Jika mimpi itu sudah kita pegang, maka kita akan berusaha untuk mewujudkannya. Kalau boleh diistilahkan, jika kita bermimpi, maka jangan sekali-kali kita tidur dan menikmati mimpi itu. Dengan segera haruslah kita bangun, cuci muka, dan segera kita lakukan apa yang menjadi mimpi kita itu. Dengan kata lain, jangan biarkan mimpi itu berlalu, tapi gerakkan segera niat untuk melakukan serta DO IT VERY SOON. IF NOT, YOUR DREAMS WILL NEVER COME TRUE.

 

Akan lain jika kita memimpikan hal-hal yang kecil atau hal yang sudah biasa,  misalnya kita ingin pergi ke Bogor, atau hanya sekedar ingin menyelesaikan pekerjaan rumah tangga saja. Pokoknya yang tidak terlalu istimewa lah…itu pun akan mempengaruhi niat kita untuk melakukan hal-hal yang besar tadi.

 

Apa yang harus kita lakukan untuk itu? Banyak sih….Yang jelas, setelah tahu apa yang menjadi mimpi kita, segeralah niatkan untuk mewujudkannya. Segera rancang apa yang harus kita lakukan. Jangan hanya diam. Karena, mimpi akan hanya tingggal mimpi jika kita tidak segera bertindak.

 

Setelah rencana atau planning kita tetapkan, kita harus konsisten dengan apa yang telah kita rencanakan. Jangan pernah berubah dengan apa yang telah menjadi target atau ketetapan hati. Lakukan tahap demi tahap. Tentu saja dari hal yang termudah dulu, hingga meningkat ke hal yang lebih sulit, hingga yang tersulit.

 

Lakukan dengan penuh keyakinan dan dengan keteguhan hati. Kita harus yakin akan apa yang kita lakukan. Suatu mimpi yang besar jika dilakukan dengan kesungguhan hati pasti akan menghasilkan hasil yang besar pula. Mimpi itu akan menuntun kita ke arah jalan yang hendak ke mana kita pergi. Jadi, kita bisa menciptakan mimpi itu sesuai dengan keinginan kita karena mimpi itu sesungguhnya tiada batas.

 

Selamat bermimpi, karena mimpi itu milik kita, siapa saja.

 

 

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN (by Anik Damogalad)

Hati rasanya deg-degan serta was-was menunggu saat ujian nasional yang terasa semakin  mendebarkan jantung. Semua merasakannya dengan harap-harap cemas. Takut kalau-kalau anak kita nggak lulus yang kemudian akan berakibat panjang. Misalnya malu, kuatir ini, itu, beragam yang semuanya gak jelas.

 

Sebagai orang tua sangatlah wajar jika punya perasaan itu. Manusiawi sekali. Tetapi kita tidak boleh berlarut-larut dalam kemurungan atau kegelisahan. Yang kita lakukan adalah memberi support dan dorongan yang tentu saja bukan berupa paksaan yang justru akan membuat anak kita ketakutan. Jadi wajar saja.

 

Sebaiknya kita memperbanyak berdoa serta mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar putra-putri kita tenang dalam menghadapi ujian serta bisa mengerjakan soal dengan baik. Itu yang kita harapkan.

 

Kita percaya, bahwa jika kita berdoa dengan sepenuh hati dan ikhlas, niscaya semua kemungkinan akan terjadi.  Kita harus percaya bahwa Tuhan Maha Melihat, melihat semua yang dilakukan putra- putri kita dan  Tuhan juga Maha Mendengar, mendengar apa yang menjadi doa anak-anak kita dan mendengar doa kita ayah dan ibunya.

 

Dalam waktu dua minggu menjelang ujian ini kita semua harus menjaga sikap, tingkah laku serta ucapan kita terhadap anak.  Kadang-kadang kita tidak mengerti apa yang menjadi keinginan mereka. Anak kita yang berusia remaja itu suka bertingkah aneh-aneh, yang kadang membuat kita jengkel serta kesal. Bagaimana pun dunia mereka berbeda dengan dunia ayah ibunya. Mereka dalam rangka mencari jati diri serta ingin dunianya dimengerti.

 

Untuk itu, kesabaran serta pengertian kita sangat diperlukan.  Kita juga tidak bisa mengekang mereka untuk tidak boleh ini dan itu. Kita terus mengingatkan bahwa belajar itu sangat penting serta harus selalu memanfaatkan waktu yang ada.  Mengingatkan mereka juga dengan bahasa yang penuh pengertian bukan dengan nada memerintah. Karena di usia mereka cenderung minta dimengerti  serta menghindari perintah kita. 

 

Jadi waktu 2 minggu menjelang ke ujian nasinonal itu harus benar2 dimanfaatkan untuk melakukan hal yang positif (we have to do all the positive things) dan berdoa (and pray). Apa pun keadaannya, kita harus bersama-sama melakukan hal-hal baik dalam rangka menunggu saat-saat yang menentukan ini. Juga mendoakan putra-putri kita dengan doa yang baik pula.

Semoga bermanfaat bagi semua.