BERTEMU DENGAN BACKPACKERS DUNIA, ELOK DYAH MESSWATI, DAN AGUSTINUS WIBOWO

BERTEMU DENGAN BACKPACKERS DUNIA, ELOK DYAH MESSWATI DAN AGUSTINUS WIBOWO
by Anik Damogalad
SABTU, 21 MEI 2011

Seperti biasanya, sebulan sekali aku mengikuti gathering di KOMUNITAS Baca Buku, satu komunitas tempat para pecinta buku berkumpul bersama. Di tempat inilah aku bisa sharing da bercerita tentang apa saja yang dialami oleh para penulis dan pembaca buku. Aku senang sekali berada di antara mereka.

Serasa bertemu dengan orang yang senasib dan seide, kami bisa membahas berbagai macam hal. Dan hari ini pun, aku tak menyangka kalau bisa bertemu dengan para backpacker, yang tentunya pengalamannya tentang trekking sangat banyak sudah dibandingkan dengan aku yang hanya backpackeran lewat internet. Mereka benar-benar backpacker dalam dunia nyata bukan seperti ku. Aku tahu banyak tentang negara-negara asing hanya melalu internet.

Dan alangkah gembiranya aku, ketika aku melihat siapa bintang tamunya selain Mbak Elok. Ternyata Agustinus Wibowo, yang tulisan-tulisannya banyak aku baca di internet. Bahkan ketika aku browsing artikel tentang Nepal, justru tulisan Agustinus Wibowo lah yang pertama kali kukenal dan kusave. Begitu bertemu, aku langsung saja ngomong kalau tulisannya sangat kusuka. Wah,…memang agak norak juga, tetapi aku memang mengucapkannya dengan tulus dan senang hati.

Apalagi setelah sempet ngobrol dengannya. Wah…serasa mendapat satu kehormatan luar biasa. Aku jadi banyak tahu tentang dunia backpackeran itu seperti apa. Yang ternyata tak hanya melulu tentang jalan-jalan, bahkan lebih dari itu. Backpacker mengajari kita banyak bersyukur akan karunia Tuhan yang sangat luar biasa. Mengajarkan kita banyak manfaat dari berbuat baik dan ikhlas antara sesama, disamping mengajarkan kita sikap toleransi dan rendah hati.

Mbak Elok maupun Mas Agustinus, keduanya telah menuangkan kisah perjalanannya ke dalam buku-buku yang telah diterbitkan. Selimut Debu dan Garis Batas adalah novel Agustinus Wibowo tentang perjalanannya ke negara-negara yang berakhiran AN. Afghanistan, Kazakistan, Usbechkistan, dll.

Berkenalan dengan mereka sungguh luar biasa. Tak kuduga kalau aku bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang selama ini hanya kukenal melalui dunia maya, hanya melalui tulisan-tulisannya yang banyak sekali berpengaruh terhadap tulisanku. Paling tidak kontribusinya sangat besar ketika aku sedang menyelesaikan novelku yang pertama tentang Nepal, Negara yang sama sekali belum pernah kukunjungi dan hanya kukenal lewat dunia maya.

Dengan berkenalan mereka juga lah aku bisa semakin membuka diri bahwa ternyata di belahan dunia sana sangat banyak hal menarik dan membuat kita bersyukur bahwa negara kita sebenarnya juga kaya akan budaya, alam, dan seni.

Iklan

SABTU DENGAN SEPEDA by Anik Damogalad

Sabtu, 22 November 2009

 

SABTU DENGAN SEPEDA  by  Anik Damogalad

 

Beda memang dengan dari hari biasanya. Jakarta yang sehari-harinya bising dan penuh dengan polusi, Sabtu ini memang terasa lain. Apalagi beberapa hari ini Jakarta sempat diguyur hujan. Lumayan, untuk mendinginkan udara yang tiap hari terasa menyesakkan.

 

Sekelompok pemuda, sekitar 30 orang, melintas di Jalan by pass Ahmad Yani dari arah utara. Saya ketemu di perempatan Ria-rio, turunan jalan layang Cempaka Mas  menuju Rawamangun. Wow….keren deh. Mereka bersepeda lengkap dengan assesoris yang melekat di badan.

 

Saya jadi membayangkan, seandainya Jakarta menyediakan waktu satu hari saja untuk warganya bersepeda. Maksudnya, kita wajib bersepeda baik ke sekolah maupun ke kantor dalam satu hari itu. Ya….semacam hari wajib bersepeda gitu lah……..

 

Kayaknya bisa banget, kalo diterapkan aturan seperti itu. Macam di Negara China saja. Mereka yang namanya bersepeda ke sekolah atau ke kantor itu sudah biasa dan nggak malu lagi.

 

Selain demi alasan kesehatan, bersepeda juga berdampak positif untuk menekan banyaknya polutan yang semakin mengganas. Kota semacam Jakarta sebenarnya harus sudah mulai memikirkan kesehatan dirinya, terlebih penghuninya. Tidak ada kata terlambat lho……

 

Bayangkan saja, kendaraan dengan jumlah yang melebihi kapasitas…(perhatikan saja, dalam satu keluarga semuanya menggunakan kendaraan bermotor semua), jarang yang mau bersepeda, bahkan ke pasar pun mereka nggak mau bersepeda. Nah…..ini permasalahan yang super serius. Cepat atau lambat harus segera dicari sulosinya. Ya itu tadi……..Luangkan satu hari saja untuk bersepeda ke sekolah dan ke kantor.

 

Dijamin deh, ..Kita akan ada waktu untuk bernapas bebas tanpa polusi…Legaaaaaaaaaaaaaaaaaa rasanya hidung saat kita melintas di jalanan.

Setuju????????

 

 

 

MUARA ANGKE, ALTERNATIF TEMPAT NONGKRONG YANG OKE JUGA (ORIGINAL) 9 MEI 2008, JUMAT

Muara angke, yang terletak di kawasan Pluit, Jakarta Utara selama ini mungkin hanya di kenal oleh orang-orang tertentu. Padahal sebenarnya daerah itu cukup menjanjikan untuk dijadikan alternatif tempat nongkrong yang tak kalah seru dengan tempat-tempat lain yang sudah ada. Letaknya tidak jauh dari Mega Mall Pluit, hanya sekitar 1 km. Untuk menuju ke sana tidak susah, bisa melewati Mangga Dua dan Jakarta Kota. Atau bisa juga dari arah Jembatan Tiga ke utara bagi yang dari Tanah Abang. Langsung menuju kawasan Mega Mal Pluit.

 

Memasuki wilayah ini kita akan disuguhi pemandangan berupa deretan warung-warung yang menjajakan berbagai menu masakan serba ikan. Warung-warung yang mirip dengan kaki lima tersebut tertata rapi. Letaknya pun satu kompleks.  Beberapa di antaranya, di depan warung itu menyediakan aneka olahan ikan seperti otak-otak dan bakso mulai yang bulat sampai lonjong, ada juga yang masih berbungkus daun pisang. Harga juga tidak terlalu mahal, kisaran sepuluh ribu rupiah bahkan untuk satu plastik bungkus kecil  hanya berharga lima ribu rupiah. Murah kan ???

 

Di tempat ini kita bisa menikmati masakan ikan yang sangat beragam serta variatif. Benar-benar lidah kita termanjakan. Yang suka wisata kuliner serba ikan, inilah surga bagi mereka. Beragam  jenis ikan, kepiting, cumi, serta kerang kamu tinggal pilih. Semuanya ada. Komplit.

 

Ada beberapa tawaran menarik jika kita ingin makan di sana. Bagi yang ingin makan ikan jenis tertentu atau memang suka berburu ikan, atau mungkin ingin bereksplorasi ikan, kamu bisa mecobanya untuk berbelanja sendiri sesuai dengan ikan yang kamu inginkan. Tempat beli ikannya pun tidak terlalu jauh karena pasar ikan Muara Angke memang persis di samping warung-warung tersebut. Kalian bebas membeli sambil menawar. Jangan salah, harga yang ditawarkan juga gila-gilaan. Maksudnya mahal juga gitu…. Untuk urusan ini ajaklah temanmu yang biasa belanja di tempat itu, atau minimal ngerti dan paham tentang seluk-beluk ikan.

 

Tapi seandainya kamu nggak punya temen yang ahli ikan, jangan kawatir, warung tempat kamu memesan makanan juga menyediakan guide yang siap membantu kamu untuk memilihkan ikan-ikan mana yang enak dan segar karena tidak semua orang bisa memilih ikan yang bagus.

 

Tetapi bagi yang ingin praktis, kalian bisa langsung memilih tempat nongkrong yang enak serta nyaman, kemudian langsung memesannya di tempat itu juga. Dijamin segar juga koq ikan-ikannya. Untuk yang belanja ikan sendiri, kamu jangan bingung siapa yang akan memasaknya nanti. Warung tempat kamu nongkrong itu siap menjadi koki kamu. Kamu tinggal memilih menu apa yang kamu sukai untuk jenis ikan yang kamu beli tadi. Jika kamu masih nggak ngerti juga tanyakan pada pemilik warungnya, pasti ia akan mau membantumu untuk mencarikan resep masakan yang pas untuk ikanmu.

 

Warung tersebut sudah menyediakan menu-menu khusus andalan mereka yang semuanya terasa menggoda iman kita untuk mencoba, seperti ikan bakar kerapu yang kalau dimakan panas-panas hmmm….., cumi goreng mentega yang rasanya aduhai, atau kakap masak pedas yang rasanya sungguh menantang dan menggugah selera. Atau resep lain yang lebih menantang boleh juga untuk dicoba. Mau yang manis atau berbumbu super pedas, semua menggairahkan untuk dicoba.

 

Sambil  menunggu masakan yang kamu pesan, karena lumayan lama…., kamu bisa ngobrol-ngobrol sama teman-temanmu sambil makan kerang rebus panas yang sudah berbumbu. Wah……asyik banget pokoknya. Tapi sekali lagi ingat, jangan terlalu banyak dan kenyang, karena makanan utama kamu belum mateng. Jangan sampe begitu ikan pesananmu siap kamu sudah nggak sanggup lagi untuk menikmatinya kan kacau. Sayang banget tuh…..Meskipun nggak pa-pa juga sih, masakan yang nggak habis bisa dibungkus pulang. Bebas.

 

Atau kamu mau yang agak spesial? Ada juga. Maksudnya yang menyukai musik atau ingin berkaraoke pun sudah ada. Jadi kamu bisa sambil unjuk kebolehan kamu dengan bernyanyi lagu-lagu kesukaan kamu. Kamu bisa juga memilih tempat duduk yang tidak terlalu formal, maksudnya pilih aja yang lesehan atau duduk di bawah. Semuanya ada.

 

Oh ya, untuk menikmati  itu semua, kalian tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Kira-kira satu orang minimal lima puluh ribu rupiah. Kalau ditotal-total, sekitar 300 ribu untuk  lima orang. Itu sudah semuanya plus minum. Hanya saja makannya mesti rame-rame ya…jangan sendiri. Pasalnya di sana lebih terasa banget kalau kita perginya tidak sendirian. Minimal berlima lah. Emang terasa seru banget. Ditambah lagi perginya jangan siang hari. Jadi kalau kalian mau pergi ke sana pergilah di atas jam tujuh malam. Dijamin pasti oke banget. Dan jangan pergi dengan perut kenyang, karena ikan akan terasa lebih nikmat jika kita makan dalam keadaan perut kosong. Atau kalian ingin menikmati suasana yang lebih rame lagi? Pergilah ke sana di hari Sabtu malam Minggu. Mau yang lebih rame lagi? Pas malam tahun baru aja…… Selamat nongkrong!!!!!!!!