SEKOLAH YANG HOMEY

Sekolah yang sekaligus sebagai HOME itulah yang menjadi sekolah idaman dan ideal bagi anak-anak. Juga bagi remaja usia belasan tahun, misalnya pelajar SMA. Mereka menginginkan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, bisa bertemu dengan teman seperjuangan, sehati, dan sepermainan. Pun sehobi.

Mereka ingin di sekolah tidak hanya belajar menuntut ilmu melainkan bisa memiliki teman curhat dan bisa happy. Sah-sah saja mereka punya pikiran seperti itu. Lalu bagaimana kita menyikapi hal itu? Sebenarnya mudah. Kita harus bisa menjadikan sekolah itu sebagai home bagi mereka. HOME dalam artian rumah. Kita tahu bahwa rumah adalah tempat kita kembali, bercengkerama dengan keluarga, dengan ayah, ibu, kakak, dan adik serta anggota keluarga yang lain.

Sekolah hendaknya bisa memiliki home itu, memiliki suasana rumah yang hangat, yang membuat para anggota keluarganya selalu rindu untuk pulang di dalamnya.

Bagaimana sejatinya sekolah yang home itu? Harus punya kriteria antara lain, memiliki suasana yang menyenangkan di dalamnya, misalnya para guru dan warga sekolah yang lain berkomunikasi dengan akrab layaknya anggota keluarga. Saling menyapa, saling menyintai, dan toleransi satu dengan yang lain. Tidak ada anggota keluarga yang saling berselisih atau bertengkar, juga tidak saling mengejek dan merendahkan.

Kebersamaan dalam sekolah juga harus ditumbuhkan. Jika ada teman yang kekurangan atau bermasalah, kita harus segera peduli dan simpati terhadap mereka dengan jalan membantu agar semua terselesaikan dengan baik.

Sekolah harus bisa menampung semua kegiatan siswanya, selama kegiatan itu positif. Juga kita bisa menampung kreativitas mereka yang begitu beragam sehingga mereka merasa punya tempat untuk mengembangkan apa talenta yang dia miliki dengan melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Sebagai anak mungkin mereka di rumah tidak punya tempat untuk berekspresi, tak punya teman berbagi cerita karena kedua orang tuanya sibuk sehingga suasana rumah yang sebenarnya tidak dia temukan.

Sekolah tidak saja menjadi tempat belajar melainkan juga tempat berekspresi. Apalah jadinya kalau sekolah yang diharapkan menjadi tempat menuntut ilmu yang sangat menyenangkan dan kini berubah menjadi tempat yang justru membuatnya tertekan. Ini bukan home lagi untuk mereka. Mereka perlu tempat yang teduh, nyaman, dan menyenangkan, serta menentramkan dirinya. Hadirnya teman-teman yang penuh ceria dan antusias serta guru-guru yang ramah, baik, dan baik membuatnya betah dan mereka akan mendapatkan suasana home yang memang harus mereka dapat dalam perkembangan jiwanya.

Siswa tidak hanya menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan, namun mereka juga menganggap sekolah sebagai rumahnya, di mana ia boleh bercerita kepada guru layaknya dengan orang tua, mereka bisa berekspresi dengan mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang telah disiapkan, sehingga ia bisa mngembangkan seluruh talentanya dengan maksimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s