NEPAL IN MY DREAM (SOLUKUMBU)

Solukumbu, terletak di sebelah timur utara kota Kathmandu, suatu tempat yang sekarang berubah menjadi kota kecil yang menarik wisatawan asing yang ingin menklukkan Mount Everest, sang gunung yang mahatinggi untuk ukuran gunung yang ada di belahan dunia mana pun. Karena memang belum ada yang menandingi ketinggiannya.
Dahulu, Solukumbu ini adalah desanya para sherpa, para porter yang konon juga terkuat di dunia. Mereka lah, para sherpalah sebenarnya yang sudah menaklukan Himalaya, sang tertinggi. Saat ini, mereka lebih memilih membantu pendaki lain yang bisa mencapai puncaknya. Mereka, para sherpa itu tidak menyukai nama mereka terukir di dalam daftar para pendaki handal, karena bagi mereka mungkin ini hal yang tidak luar biasa, mereka memilih diam dan tidak mempersoalkan nama siapa yang pertama mendaki puncak everest.
Padahal, tanpa porter dan sherpa mereka, para pendaki bukanlah apa-apa, mereka bukan siapa-siapa, karena yang lebih mengetahui medan gunung seganas itu adalah sherpa itu sendiri. Mereka lah sebenarnya penguasa gunung-gunung itu.
Dahulu, Solukumbu adalah kota kecil dengan segala kesederhanaan dan keasliannya yang terawat. Akan tetapi, kini Solukumbu menjadi kota kecil dan bertumbuh seperti layaknya kota lain. Di belahan dunia mana pun.
Ada lodge, dan home stay yang menawarkan aneka ragam serba modern. Mulai gaya hidup, food, sampai segala macam budaya yang berbau luar negeri semuanya ada. Akan tetapi Solukumbu yang sekarang berbeda dengan Solukumbu yang dahulu. Selain semuanya serba menawarkan kemodernan, dan berbagai kemudahan, sesungguhnya banyak masalah yang sekarang menjadi pusat perhatian bagi kita semua, terutama bagi warga Solukumbu atau pun secara luas pemerintah Nepal.
Bagaimana tidak, segala kemodernan Solukumbu juga meninggalkan semacam pekerjaan rumah, misalnya mengenai kebersihan terutama kebersihan lingkungan. Akankah kita terus membiarkan kemodernan dengan tanpa menyisakan sedikit persahabatan yang sejati bagi lingkungan yang asri dan terawat?
Dahulu, nenek moyang mereka hanyalah seorang petani dan sherpa, tetapi sekarang mereka telah berubah menjadi majikan dan konglomerat. Nenek moyangnya yang petani, mereka mempunyai anak pedagang (urutan generasi kedua dari Solukumbu), lalu melahirkan generasi ketiga yang sekarang bukan lagi seorang sherpa, yang pandai mengangkut barang-barang yang sangat berat. Mereka, para generasi ketiga, telah menjadi seorang dokter, pengacara, advokat, sampai pemilik hotel yang kaya raya. Yang secara otomatis mereka serba berkecukupan dengan limpahan kemodernan.
Akankah Solukumbu masih tetap mempertahankan segala tradisi dan keaslian Nepal yang maha kaya itu? Hanya waktulah yang menjawab. Diperlukan generasi yang mengerti dan memahami bagaimana warisan leluhur mereka agar tetap abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s