VEGETARIAN? MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL (Anik Damogalad)

VEGETARIAN?

MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL (Anik Damogalad)

Konon, vegetarian ada hubungannya dengan pemanasan global. Kok bisa ya? Jelas bisa karena pemanasan global itu berawal dan terjadi karena banyaknya faktor yang membuat percepatan pemanasan suhu bumi itu sendiri.

Pemanasan global disebabkan oleh banyaknya pemakaian zat2 aerosol yang terdapat dalam parfum atau dalam desinfektan, yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari2. Apalagi oleh warga kota yang cenderung ingin semuanya serba cepat tetapi tidak mau menghiraukan dampak yang ditimbulkan yang ternyata lebih hebat dari pada kegunaannya.

Polusi udara juga memberikan sumbangan besar pada percepatan global warming di bumi tercinta ini. Lalu apa hubungannya dengan vegetarian tadi?

Kita tahu bahwa vegetarian, yang orangnya dikenal dengan sebutan VEGIE, adalah seseorang yang hanya mengonsumsi sayur-sayuran saja, atau bahan makan dengan basis tumbuhan. Jadi individu tersebut benar2 tidak mengonsumsi daging apa pun. Termasuk di dalamnya ikan. Secara umum individu itu menghindari mengonsumsi mahkhluk hidup. Apa pun alasannya.

Ajaran agama budha banyak mengajarkan hal itu. Ajarannya lebih kepada bagaimana menghargai keseimbangan lingkungan terutama bagaimana kita hidup berdampingan damai dengan makhluk hidup lain, seperti dengan tumbuhan dan binatang. Di antaranya adalah dengan tidak membunuh atau menyakitinya. Mungkin jika Anda pengikut atau pengagum dari Dalai Lama atau Sang Budha Gautama, kita akan lebih banyak memahami apa hakikat dari hidup ini. Hanya satu: KESEIMBANGAN

Komunitas atau pengikut ajaran Gautama lebih banyak menghindari hewan untuk dikonsumsi sebagai daging. Alasan utamanya sebenarnya adalah karena menghargai keseimbangan kita dengan lingkungan. Karena Tuhan menganugerahkan semua itu untuk hidup berdampingan secara damai.

Hubungannya dengan pemanasan global bisa kita lihat dari proses pemasakannya. Untuk mendapatkan daging yang empuk dan lezat, sesuai dengan cita rasa penikmat masakan itu, diperlukan waktu memasak yang lebih lama jika dibandingkan dengan kalau kita memasak sayuran hijau. Selain alas an itu, juga ada alasan lain yaitu jika banyak binatang yang dijadikan untuk konsumsi manusia maka akan banyak lagi peternakan yang muncul untuk menambah stok daging konsumsi.

Nah, jika ini terjadi maka, lahan yang seharusnya untuk menanam tumbuhan jadi akan tersita lebih banyak untuk peternakan, juga tumbuhan yang seharusnya dibiarkan hijau akan tergerus oleh habisnya tumbuhan itu untuk digunakan sebagai makanan ternak. Ini semua akan mempermudah mata rantai pemanasan bumi agar lebih cepat terjadi. Bahkan tidak lama lagi bumi bisa makin memabara dengan bertambah cepatnya suhu.

Serta kita tahu bahwa adanya tumbuhan di muka bumi ini diharapkan bisa menjaga kelangsungan hidup alam, karena hutan (tumbuhan, red) adalah paru2 bumi. Dengan kata lain satu2nya alat agar bumi ini dapat bernapas dan hidup terus adalah hutan yang terjaga keberadaannya.

Dengan tidak merusak lahan hutan utuk dijadikan lahan ternak yang makin banyak digunakan untuk membuat perbanyakan hewan untuk produksi daging konsumsi manusia, maka semuanya akan terjaga, terutama suhu bumi.

Lalu apa yang kita lakukan untuk semua itu? Menjadi VEGIE? Itu lebih baik dibandingkan dengan kita sebagai penyuka daging. Kita tak akan makan jika tanpa lauk daging? Sepertinya tidak bijaksana. Kita pun dituntut untuk menjaga keseimbangan alam, bukan dengan hal2 besar, cukup hal2 kecil asal kita bisa melakukan dengan baik, maka hal besar secara tidak langsung sudah kita lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s