NEPAL : NEGERI IMPIANKU 2 (Anik Damogalad)

Setelah aku banyak mempelajari negara Nepal, semakin banyak juga hal yang kuketahui. Bukan hanya tempat-tempat yang indah dan eksotik, tetapi juga budaya, makanan, juga bahasa Newari, bahasa asli Nepal.

Budaya Nepal yang hampir sama dengan Indonesia adalah Hindhu celebrate dan Budhis celebrate. Karena di Indonesia juga ada agama Hindu yang banyak dianut oleh orang Bali. Kebetulan saya lama tinggal di Bali, so sedikit tahu tentang Bali. Walaupun sang Lord Budha Gautama lahir di Lumbini, tetapi di Nepal sendiri agama Hindu dianut oleh mayoritas penduduk di sana, sedangkan agama Budha menempati urutan kedua.

Makanannya juga ada yang sama. Di sana ada makanan yang namanya MOMO. Momo ini bukan asli dari Nepal, melainkan berasal dari Tibet yang dibawa oleh perantau ke Nepal. Tetapi sekarang justru popular dan menjadi makanan favorit nepali dan wisatawan.

Makanan ini sejenis pangsit rebus yang berisi daging yak (sejenis kerbau gunung di Nepal), kentang, juga sayuran lain. Cara makanannya pun sama, dengan dicelupin dengan saus tomat yang asam pedas, tentu saja sesuai selera. Momo ini sekarang bahkan lebih bervariasi isinya, tidak melulu yak, tetapi bisa juga daging ayam atau pun ikan serta sayuran. Bahkan yang tidak suka repot, momo tersedia dalam kemasan praktis siap olah yang mudah dibeli di market.

Mengenai bumbu-bumbunya pun hampir sama. Makanan Nepal banyak menggunakan bumbu-bumbu beraroma kari, misalnya daging berkuah kari, sayur kari, bahkan nasi goring pun nasi goreng kari. Wah…..serba kuning dong ya….Mengingatkan kita pada masakan padang.

Itu baru soal makanan, belum lagi soal pakaian pun hampir sama. Kalau kita, Indonesia mengenal peci yang berwarna hitam dan biasa dipakai di acara-acara resmi bahkan di acara kenegaraan atau bila para petinggi Negara kita melawat ke luar negeri. Tetapi di Nepal sana, peci yang digunakan bukan berwarna hitam, tetapi berwarna cerah bermotif agak rame. Misalnya pink dengan motif abstrak dipadu warna hijau, kuning bahkan ungu.

Soal bahasa nggak kalah serunya. Ada beberapa kata yang sama. Ini yang mengingatkanku pada teori bahasa yang pernah kupelajari dulu. Bahwa bahasa di seluruh dunia itu sebenarnya berasal dari sebuah bahasa purba atau BAHASA PROTO. Inilah yang menjadi induk dari semua bahasa di seluruh dunia. Jadi tak heran jika bahasa Indonesia dan bahasa Nepal ada kesamaan. Apalagi di Indonesia juga terdapat agama Hindu, yang menjadi agama mayoritas agama di Nepal. Jadi istilah-istilah yang berkaitan dengan agama Hindu atau berkaitan dengan bahasa Sansekerta otomatis sama. Misalnya kata dharma, bhakti, sri, juga nama-nama orang banyak yang sama.

Juga kata-kata lain, misalnya kalau kita mau berpisah kita bilang DAADAAG..…di Nepal kita bisa mengucapkan TATATATATA…nah, hampir sama kan. Kita kenal makanan GADO-GADO, di sana juga ada kata GADO, yang artinya adalah sayuran. Kita punya ROTI, nah di sana juga sama untuk menyebut BREAD dengan kata ROTI juga. Persis kan…..

Dan saya yakin masih banyak lagi kata-kata yang hampir sama bahkan sama persis. Saya masih belajar bahasa Nepal sampai sekarang melalui sahabat-sahabat saya yang dari sana. Dan itu sangat menyenangkan bagi saya, suatu pengalaman yang tak dapat kubayar dengan uang sekali pun karena saking mahalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s