KEMISKINAN, PENDIDIKAN, DAN USIA BUKAN HAMBATAN UNTUK SUKSES (Anik Damogalad)

Usia, pendidikan, dan kemiskinan, bukan halangan untuk maju. Jangan jadikan semua itu sebagai alasan yang menghambat kita untuk berkembang terus.
Dalam sejarah orang sukses dan di percaturan persuksesan di belahan dunia manapun, banyak diwarnai kisah-kisah menarik tentang mereka. Orang sukses itu bisa berasal dari banyak jalan. Ada yang sukses dari sononya. Kalau yang ini sukses diidentikkan dengan materi alias kekayaan fisik yang terlihat saja.
Sedang yang dimaksud sukses di sini adalah sukses yang bukan berupa materi. Yang jelas, jika sukses yang ini bisa kita capai maka, sang materi juga ngikut. Jadi bagaimana untuk mencapainya?
Semua orang punya hak yang sama untuk ke sana, meraih sang sukses itu. Ingat! Siapa pun dia. Tak peduli mereka orang kaya, miskin, tidak bersekolah, tua muda, atau bahka mereka cacat secara fisik. Semua punya kans yang sama. Aksesnya sama, asalkan mereka mau untuk memulainya dan mau berusaha keras untuk mewujudkan semua itu.
Kita tengok sejenak sang Motivator nomor satu di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Andriwongso. Dia tidak berpendidikan tinggi. Hanya SD saja. Itu pun nggak lulus. Karena ia terus mencoba dan belajar serta tak kenal putus asa, maka ia mampu menjadi motivator seperti yang sekarang sering kita lihat di televise atau yang seminar-seminarnya selalu dibanjiri oleh penggemar.
Atau tengok kisah Kolonel Sanders yang terkenal dengan Kentucky Fried Chikennya itu. Colonel Sanders adalah mantan serdadu Amerika yang juga pernah bekerja sebagai petani maupun segai sopir. Karena kerja keras dan mental yang tak ingin menyerah begitu saja maka sang Kolonel pun akhirnya mampu membuka restoran ayam goreng yang terkenal di seluruh dunia itu.
Sekedar kita tahu bahwa, Pak Sanders ingin mengenalkan konsep ayam gorengnya serta ia ingin mengubah gaya makan orang di seluruh dunia dengan gaya makannya yang praktis itu. Dan tahukah kita bahwa Sanders baru berhasil menawarkan konsep ayam gorengnya setelah ia menawarkan ke rumah makan yang keseribu. Baru yang keseribu satu, rumah makan itu mau menerima resep ayam gorengnya. Dan tahukah kita juga bahwa Pak Sanders sukses dngan segala jerih payahnya itu di usia yang sudah senja. Di usia 56 tahun. Fantastis….
Itu membuktikan bahwa ketekunan itu harus kita tumbuhkan untuk menuju suatu keberhasilan. Bukan hal yang tidak mungkin kita dapatkan.
Atau kita lihat saja Bob Sadino yang sukses dengan Kem Chick nya. Suksesnya juga diawali oleh sebuah kerja keras yang ia lakoni selama berpuluh tahun. Ia memulainya dengan memelihara ayam kampung yang ia jual telurnya kepada para kaum ekspatriat di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Ia melayani seluruh pelanggannya dengan sepenuh hati. Dari berjualan telur, ia meningkat dengan berjualan ayam, lalu berjualan sayur2 an yang ditawarkannya pada para bule yang waktu itu memang banyak tinggal di sana.
Siapa yang tak kenal Stephen Hawking. Fisikawan yang terkenal dengan teori Black Hole nya itu. Cerdas dan hebat tentu saja. Dan tahukah anda kalau beliau itu cacat. Tidak bisa berjalan dan sepanjang hidupnya duduk di kursi roda.
Nah, ternyata pendidikan, kemiskinan ataupun usia tidak membatasi ruang kita untuk memetik sukses. Terbukti pada tokoh di atas. Dan kalau kita mau mencari, nggak hanya itu saja yang bisa kita jadiin contoh. Masih banyak contoh lagi orang di seluruh dunia yang punya kisah yang sama seperti mereka.
Yang patut kita contoh adalah sebuah pengorbanan dan perjuangan yang membutuhkan ketelatenan dan ketekunan serta kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang maksimal. Jadi tidak ada kata bahwa sukses itu hanya milik orang tertentu saja, tapi sukses adalah milik siapa saja yang mau meraihnya. Termasuk kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s