JALAN-JALAN GRATIS, MAU? (by Anik Damogalad)

Ada nggak sih, jalan-jalan yang nggak ngeluarin ongkos? Ada dong ya….Ini bener-bener saya alami. Gratis, tis….sepeser ongkos pun nggak saya keluarin dari kantong. Selama saya liburan saya jalan-jalan terus. Ini jelas bukan omong kosong, bukan sulap bukan sihir.

Bukan kenapa, ini benar-benar saya lakukan. Yah….dunia elektronik dan dunia maya membuatku bisa mewujudkan semuanya. Jalan-jalan, yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan. Eh…ternyata sekarang terbukti juga.

Setiap hari saat liburan seminggu penuh, saya bisa berselancar ke dunia maya. Yah…dunia maya tanpa batas ruang dan waktu. Membuatku bisa ke mana saja aku suka. Kapan pun, di manapun aku bisa melakukannya.

Sekarang ini, saya lagi menjelajah ke negeri yang selama ini hanya ada dalam dunia angan dan khayalku. Negara yang nggak pernah aku bayangkan bias kunikmati. Negara yang di dalamnya terdapat gunung tertinggi di seluruh dunia. Sedari kecil saya memimpikan semuanya itu.

Selama liburan saya browsing ke seluruh penjuru Nepal, ke mana kusuka. Saya membayangkan naik gunung, trekking ke desa-desa yang semuanya menyuguhkan pemandangan yang eksotis, mencicipi kuliner tradisional yang menggugah selera, menyaksikan pertunjukkan seni dan budaya yang amat mengagumkan. Wow….indahnya dunia. Dan semua itu kulakukan dengan gratis di rumah.

Setelah saya puas dengan Nepal, aku berencana pergi ke suatu Negara lagi. Ada beberapa Negara yang sudah kuincar untuk kukunjungi setelah ini. Ada Mongolia, yang terkenal dengan nomadennya, penduduknya yang suka berpindah-pindah tempat, Greenland yang super dingin, aku ingin merasakan dinginnya es yang ada di sana, serta merasakan betapa makmurnya semua penghuni di sana.

Setelah puas aku jalan ke sana, aku ingin pergi ke Madagaskar, ke Kepulauan Galapagos, ke Suriname, yang banyak banget orang jawanya, ke New Calidonia, dan semua-muanya. Pokoknya di setiap waktu dan setiap detik aku ingin jalan-jalan ke mana kusuka.

Yah…aku ingin pergi menikmati dunia, dengan gratis. Tapi suatu saat aku harus pernah ke sana dengan nyata, bukan dengan berselancar seperti sekarang. Insya Allah. Kuniatkan semuanya dari sekarang.
Maybe I need long time to make it real.

One thought on “JALAN-JALAN GRATIS, MAU? (by Anik Damogalad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s