SEJUTA MANFAAT TEMPE (by Anik Damogalad)

Jika Sobat DJ ditanya berita apa yang sedang rame alias merajai seluruh media baik cetak maupun elektronik di awal tahun ini? Pasti Sobat tahu semuanya. Apalagi kalau bukan tempe dantahu. Emang, makanan yang satu ini akhir-akhir ini semakin mahal aja. Dulu, makanan yang kegolong kelas rakyat ini, sekarang mendadak naik kelas.Jadi bahan perbincangan mulai kelas ibu-ibu rumahan sampai kalangan pejabat, bahkan di tingkat presiden juga sibuk membahasnya.

Banyak golongan yang dibuat resah karena ulah si tempe dan kerabatnya yang berbahan dasar sama ini. (Maksudnya tahu,red.) Masyarakat terutama rakyat kecil kebingungan mesti gimana lagi karena lauk yang satu ini sudah begitu akrab di lidah kita tiba-tiba menghilang.Seperti mama kalian juga, harus memeras otak untuk mengganti sang doi.

Sedangkan harga ayam dan daging pun tak kalah melambungnya. Pokoknya untuk rakyat kecil nggak kejangkau deh.

Usut punya usut, ternyata lenyapnya tempe dan tahu ini disebabkan oleh melonjaknya harga kedeleai di pasaran internasional. Lho, kok bisa sih, bukannya yang suka makan tempe itu bangsa Indonesia saja. Luar negeri buat apa dong?

Kalau di Indonesia, kedelai emang buat bahan dasar tempe dan tahu,serta sebagai bahan dasar untuk susu kedelai. Nah…kalau di luar sana (negara lain, red.) kedelai itu untuk pakan ternak, misalnya unggas dan babi. Jangan geli SOBAT, kita nggakdisamain dengan para hewan itu koq. Itu kan hanya beda penggunaan aja. Pengolahannya kan lain. Spesiesnya aja beda. Kita nggak perlu tersinggung….

Sobat tahu nggak, makanan tradisional Indonesia ini ternyata sudah mulai dikenal sejak tahun 1875 lho …Itu tertulisdalam Serat Centini ”History of Java” yang ditulis oleh Standford Raffles. Jadi udah lama banget ya. Dan sampai sekarangpamor tempe tetap tak bergeming, aliassang tempe tetap menjadi makanan favorit sebagian besar bangsa Indonesia. Coba tengoklah SOBAT, jika mereka ditanya, misalnya teman-teman sobat itu, pasti mereka ngakui kalau nggak makan tempe dalam seminggu terasa ada yang kurang. Buktinya, di meja makan, ibu kita seminggu tiga kali pasti menghidangkan lauk tempe untuk kita. Alasannya simpel aja, selain murah dan mudah didapattempe juga bernilai gizi tinggi.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Pusat Litbang Kompas bulan Agustus 2007 lalu, sebanyak 47,9% dari responden konsumen tempe di Indonesia mengatakan bahwa mereka setiap hari makan tempe.

Tapi nggak ada salahnya kok Sobat DJ, kalau kita sebagai para muda Indonesia menyukai tempe dan keluarga olahannya. Selain emang makanan super tradisional yang murah meriah, dalam sepotong tempe ternyata menyimpan segudang manfaat. Apa aja ya manfaatnya…

Dalam kedelai (beans) terdapat kandungan protein (17%), zat besi (5 mg/100 g), kalsium (102 mg/100 g) yang dipercaya sebagai sumber antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan reaksi radikal bebas.

Selain itu tempe juga mengandung superoksida desentase yang menghambat kerusakan sel dan proses penuaan. Hidrat arang, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidrein, genistein. Komponen antibakteri juga terdapat dalam tempe yang kita makan sebagai antianemia sehingga kita tidak akan kehabisan pasokan darah. Buat Sobat yang sering pusing karena anemia atau kurang darah bisa mengonsumsi tempe ini dan menyertakannya dalam menu sehari-hari sesering mungkin. Praktis dan murah kan?

Jangan salah Sobat, tempe juga mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh dan dapat menurunkan risiko terkena jantung koroner. Sekedar Sobat tahu, penyakit jantung koroner adalah faktor pembunuh nomor satu untuk kematian di dunia.

Zat apa aja sih yang dikandung oleh tempe itu, sehingga sang tempe bisa segitu ajaib? Ternyata namanya lesitin. Lesitin, yangbanyak terdapat dalam kelompok kacang-kacangan ternyata mampu meremajakan sel tubuh.

Sebenarnya si lesitin bukan hanya ada dalam kacang kedelai saja melainkan juga ada dalam kacang tanah, jagung, juga biji bunga matahari. Hanya saja yang paling populer memang dari kedelai. Karena kaitannya dengan tempe tadi.

Banyak manfaat yang dikandung dalam lesitin ini. Misalnya untuk mencegah arterosklerosis (penumpukan dan penempelan kolesterol pada dinding pembuluh darah danmengurangi penggumpalan pada sel darah), mengurangi kandungan kolesterol yang berlebih, membantu pembentukan HDL (kolesterol baik) yang berfungsi sebagai alat pembersih kolesterol berlebih. Jadi kolesterol dalam tubuh kita bisa dikendalikan. Itu yang harus kita jaga.

Wah, bukan hanya itu saja Sobat, lesitin juga mampu meluruhkan penumpukan lemak dalam hati (lever).

NAH SOBAT, agar tempe yang kita konsumsi itu tidak hilang gizi,maka masaknya sebisa mungkin jangan digoreng. Gitu juga masaknya jangan lama-lama karena vitamin yang terkandung dalam tempe itu akan lenyap melalui pemanasan yang berlebih. Terus gimana dong?

Sebagai gantinya, tempe bisa kita olah dengan cara direbus, maksudnya disemur, dibacem, ataupun dipepes. Yang penting nggak digoreng pakai minyak. Dijamin koq, rasanya oke juga dan nggak kalah dengan jika digoreng. Dan yang lebih penting lagi, vitamin serta gizi yang dikandung tidak hilang sia-sia.

Ternyata tempe itu luar biasa ya? Makanya SOBAT, mulai sekarang mari kita budayakan makan tempe. Selain melestarikan makanan tradisional Indonesia, bukankah tempe juga murah, sehat, dan bernilai gizi tinggi? Dan yang lebih penting lagi, makanan ini nggak bakalan diserobot oleh bangsa lain dan diakui milik mereka. Kita nggak mau kehilangan untuk yang kesekian kalinya kan? ENGGAK DEH!!!

Hal yang sangat berharga namun sering kali di lupakan dan tidak di syukuri adalah kesehatan.

One thought on “SEJUTA MANFAAT TEMPE (by Anik Damogalad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s