MEMBESARKAN HATI ANAK, DALAM RANGKA MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (Anik Damogalad)

Menyikapi kebijakan pemerintah dengan menaikkan standar nilai kelulusan bagi putra-putri kita membuat hati kita, sebagai orang tua sangat was-was. Cemas karena ketakutan kalau-kalau putra-putri kita tidak lulus.

Tetapi bukan hanya kita saja sebenarnya yang kuwatir, akan tetapi jutaan perasaan yang sama juga dirasakan oleh orang tua di seluruh tanah air. Tidak seharusnya hal itu membuat kita cemas terlalu berlebihan. Sikap cemas harus kita ubah menjadi optimis, yakin bahwa kita akan melewatinya dengan sukses.

Meluangkan waktu untuk putra-putri kita walaupun hanya sebentar merupakan hal mutlak yang harus kita lakukan. Menegur, menyapa, menanyakan pelajaran yang didapat dari sekolah akan membuat mereka merasa dihargai, merasa diperhatikan dan membuktikan bahwa kita sebagai orang tua juga menyayanginya.

Menemaninya dalam belajar juga menjadi alternatif lain sebagi tanda bahwa kita pun memperhatikannya. Tetapi untuk anak remaja seusia mereka jarang ada yang mau ditunggu ketika belajar. Karena mereka bukan anak kecil lagi yang harus serba ditunggui. Apalagi belajar. Bisa-bisa mereka tambah jengah karena merasa tidak bebas, padahal kita tidak melakukan apa-apa. Hanya sebatas nunggu saja.

Boleh kita menunggui tapi tanpa mengomentari apa pun.

Apalagi merendahkan yang cenderung membuat nyali putra-putri kita semakin ciut. Kita harus menghindari kata-kata “ Nilai kamu kok hanya segitu, gitu aja nggak bisa”. Kata-kata itu akan menyinggung perasaan hatinya. Kita harus tahu bahwa kata-kata itu akan terus melekat di hatinya sehingga dapat menumbuhkan rasa bahwa ia memang benar-benar tidak bisa, dan memang bodoh.

Seharusnya kata-kata itu diganti dengan, “Kamu pasti bisa kalau kamu terus berusaha dan belajar, nggak pa-pa…kita harus yakin…”. Nah, jika kata-kata itu yang terus kita pompakan kepada putra dan putri kita, kita yakin ini lebih mendidik dan bisa mereka terima ketimbang kata-kata yang terdahulu, yang cenderung menghakiminya. Serta memvonis bahwa mereka memang tidak mampu.

Hari menjelang ujian nasional semakin dekat. Yang harus kita lakukan adalah terus memantau belajar serta kegiatan yang lain. Serta selalu membesarkan hatinya, memberi pengertian yang baik, dan memberi kepercayaan bahwa ujian itu pasti bisa mereka lalui dengan baik asalkan diimbangi dengan belajar dan bekerja keras. Hal yang tidak kalah penting adalah terus memberinya perhatian serta kasih sayang karena kepada kita lah putra-putri kita akan merasa nyaman dan tenang. Terlebih membayangkan ujian nasional yang dianggap peristiwa yang mengerikan.

Semoga menjadi inspirasi kita untuk menjadi lebih baik lagi…..

(AN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s