GADIS MANIS DI VILLA 61
Februari 18, 2009
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Namun mata Mika tak juga terpejam. Tidurnya gelisah. Ia miringkan badannya untuk mengubah posisi tidur. Siapa tahu ia tak bisa tidur gara-gara itu. Tidak juga. Ia membolak-balikan badannya. Bayangan gadis itu terus memenuhi kepalanya. Ia tak tahu perasaan apa namanya. Yang jelas rasa itu persis sama seperti yang Mika rasakan dua tahun lalu bersama Noni. Ya, Noni yang kini sudah pergi jauh. Dan Mika tak ingin mengingatnya kembali saat-saat itu. Sangat menyakitkan hati. Bahkan janjinya, ia tak kan mau lagi mengenal gadis manapun juga.